Berita
Kapitalisasi Ruang Publik
Akhir Oktober lalu tepatnya pada tanggal 28-29 Oktober 2017 diadakan sebuah even bertajuk ‘Solo is Solo’, program pembuatan gambar-gambar mural di dinding ruang publik kota Solo, tepatnya di daerah Singosaren. Merujuk pada informasi yang disampaikan oleh Kasi Promosi Wisata kota Solo kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan destinasi wisata baru di Kota Solo dengan membangun brand galeri mural street art. Selain itu acara tersebut dikatakan akan mampu mengintegrasikan kesenian kedalam kehidupan masyarakat, sehingga mempunyai dampak positif terhadap kehidupan...
Selengkapnya →
Agar Keningar Tak Menjadi Kenangan
Mata Warto berkaca-kaca ketika menceritakan kampung halamannya, Desa Keningar. Perjuangan beratnya bersama warga kampung lain untuk menghentikan pertambangan batu dan pasir, mengoyak emosinya. Desa kami tak layak lagi ditambang, kata pria kelahiran 1969 ini, Minggu 10 September 2017. Warto berbicara dalam diskusi Melihat Keningar Lebih Dekat yang digelar gabungan komunitas di Rumah Banjarsari, Surakarta. Bersama puluhan warga Desa Keningar lainnya, Warto menempuh waktu empat jam menuju Solo. Mereka ingin membagi cerita tentang kampungnya kepada puluhan peserta diskusi, yang didominasi para...
Selengkapnya →
Mendata Cinta dan Luka
Ketika pertama kali membaca draft buku ini, aku belum bisa membayangkan seperti apa Keningar. Tetapi kemudian, untuk keperluan editing kumpulan tulisan ini akhirnya aku berkesempatan mengunjunginya pada akhir Februari 2017. Si Cantik Keningar, begitu akhirnya aku menyebut desa kecil itu. Keindahan dan keanggunan alam yang disanjung oleh para penulis dalam buku ini, sudah aku buktikan. tentang Hutan Pinus, tentang kesuburan, tentang keindahan, semua itu bukan omong kosong. Juga tentang luka derita Keningar yang tiada tara, aku menyaksikannya. Ketika memasuki hutan untuk menuju ke Bukit...
Selengkapnya →
Menyusur Sungai, Menyisir Kampung
Produksi pengetahuan kota juga berarti produksi pengetahuan tentang kampung. Beberapa tahun terakhir, Kampungnesia telah secara giat melakukan pendokumentasian kampung-kampung di Solo. Pendokumentasian tak semata mengandalkan data-data dari kelurahan atau informasi lain yang sifatnya administratif. Tim dokumentasi mengakrabi kampung secara langsung. Mereka berkunjung ke kampung, menjelajah wilayah dengan berjalan kaki, membekaskan jejak-jejak di sekujur kampung. Penjelajahan tak berhenti pada ruang spasial, menelusuri imajinasi historis warga ihwal kampung masing-masing pun menjadi penting....
Selengkapnya →
Memetri Kali Pepe : Belajar & Bergembira Bersama
Memetri Kali Pepe merupakan rangkaian proses belajar mengajar di kelas-kelas Sosiologi Perkotaan, Sosiologi Lingkungan, Perubahan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (2015-2016). Mata kuliah yang sebenarnya memuat konteks dan tuntutan untuk belajar lebih luas dalam beragam dimensi. Ide yang bisa dikembangkan dari materi dari mata kuliah tersebut, memungkinkan untuk mengembangkan beberapa agenda. Agenda yang terkoneksi dengan dinamika kota, dalam beberapa konteks. Yang paling relevan dalam skema pembelajaran selama dua semester terakhir adalah belajar memahami kota dengan merancang agenda...
Selengkapnya →
Workshop “Re-Produksi Pengetahuan Berbasis Anak Muda”
Yogyakarta (28/4)- Workshop dengan tema Re-Produksi Pengetahuan Berbasis Anak Muda diselenggarakan oleh pengurus Laboratorium Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Narasumber yang hadir dari dosen Sosiologi, FISIP, UNS, Akhmad Ramdhon dan Siti Zunariyah yang dimoderatori oleh Mahasiswa Pendidikan Sosiologi, Prima Shinta. Workshop ini berjalan dengan sukses dan dilaksanakan di gedung kuliah G02.109, dengan beragam manfaat dan pengalaman baru telah diperoleh mahasiswa. Workshop berlangsung selama dua sesi yakni sesi materi pada pukul 09.00-11.00 WIB dan sesi...
Selengkapnya →
Jejalin Kampung Kota
Kota dan kampung-kota meruang sengit dalam sanggama. Puisi-puisi Wiji Thukul memberi gambaran apik terkait kelindan persetubuhan kota dan kampung-kota. Dalam Sajak Kota, Wiji Thukul menulis: kota macam apa yang kita bangun/ mimpi siapa yang ditanam/ di benak rakyat/ siapa yang merencanakan/ lampu-lampu menyibak/ jalan raya dilicinkan/ di aspal oleh uang rakyat/ motor-motor mulus meluncur/ merek-merek iklan/ di atap gedung/ menyala/ berjejer-jejer/ toko roti/ toko sepatu/ berjejer-jejer/ salon-salon kecantikan/ siapa merencanakan nasib rakyat?
Konon, kota dibangun dengan pengetahuan,...
Selengkapnya →
Menuju Kicau Kacau Kota: Mencoba Menyimak The Mudub Dari Sisi yang Berbeda
Melihat Catur Ayudiono sedang bersemangat memainkan gitar dan bertanya kepada orang di sekelilingnya tentang lagu apa yang baiknya ia mainkan tentu bukan hal yang baru bagi saya. Saya pernah melihat ia melakukan hal serupa di berbagai situasi; di tongkrongan, di atas panggung pensi, di panggung dadakan yang butuh penampil untuk mengulur waktu, sampai di hajat nikahan kawan satu skena. “Seperti yang biasa diucapkan oleh teman-teman, saya memang senang tampil,” ujar Catur. “Ini pengaruh dari keluarga saya, senang manggung semua, senang tampil di hadapan orang...
Selengkapnya →



