Berita

Gebyuran Bustaman : Tradisi, Gengsi, dan Solidaritas

Ada banyak cara untuk membuat masyarakat kembali menjadi solid setelah kohesivitas mereka menurun karena kesibukan dalam mencari nafkah sehari-hari. Jauh hari Durkheim telah meneliti bagaimana masyarakat  bisa padu padahal mereka terdiri dari beragam latar belakang berbeda. Penelitiannya kemudian membagi solidaritas masyarakat menjadi solidaritas mekanis (dalam masyarakat terdahulu) dan solidaritas organis (masyarakat sekarang). Pembagian kerja di masyarakat modern dianggap sebagai salah satu cara untuk mempertahankan kepaduan tersebut. Sedangkan dalam masyarakat lebih sederhana,...

Selengkapnya →

Bioskop Kota Solo Sedari Doeloe Djadi Perhatian Insani

Rupanya dengan meminjam sepenggal syair lagu Bengawan Solo karya maestro keroncong Gesang ini lah kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan  bahwa pengalaman menonton film yang paling mengesankan & punya berjuta cerita adalah kenangan menonton film di bioskop.   Bioskop Pertama di Dunia Sejarah mencatat  Lumiere bersaudara yang  pada 28 Desember 1895 memutar film untuk pertama kalinya di depan publik. Berlokasi di Cafe De Paris - Perancis. Film film buatan Lumier bersaudara yang diputar tsb adalah tentang para laki laki...

Selengkapnya →

Etnis, Tahu dan Imaji Identitas Kediri

Etnis Tionghoa yang hidup dan berintegrasi di kota Kediri pada umumnya adalah suku Khek atau Hakka yang berasal dari provinsi Kwangtung (Canton). Etnis Tionghoa yang berdomisili di kota Kediri khususnya ialah orang-orang migrasi dari negeri Tiongkok yang telah hidup selama empat hingga lima generasi. Dengan kata lain, etnis Tionghoa yang tinggal di Kediri merupakan Tionghoa asli yang hidup dan berkembang dimana asal-usul akarnya belum begitu banyak yang telah bercampur dengan etnis lain seperti suku Hok Kian, Hai Nan dan Kong Hu. Namun demikian, secara budaya mereka sama-sama dari Tiongkok....

Selengkapnya →

Memberdayakan (Ruang) Anak Kampung Pondok Pucung #2

Translasi ‘Asa’ membutuhkan pendekatan partisipatif yang berbeda. Hal ini karena pengumpulan data, intervensi, pengujian, analisa dan pengambilan keputusan terjadinya perubahan dilakukan peneliti dengan dan bersama anak-anak. Secara garis besar ‘Asa’ menggunakan 4 tahap Design, Pre-Test, Action & Post-Test yang dilaksanakan melalui 3 aktivitas, yaitu (a) Ayooo MAIN…!!! adalah kegiatan pre-lim research & PreTest* dalam bentuk pemetaan aktivitas bermain anak-anak, (b) Ayooo KREATIF…!!! sebagai kegiatan intervensi...

Selengkapnya →

Memberdayakan (Ruang) Anak Kampung Pondok Pucung #1

Bayangkan desain sebagai sebuah generator. Desain yang bekerja selayaknya mesin generator. Desain yang bekerja bukan untuk dirinya sendiri, namun untuk menerangi dan membangun yang lain. Untuk itu DAG (Design as Generator–www.dagedubrag.org) lahir sebagai sebuah ruang kumpul kreatif yang dibentuk oleh beberapa orang yang percaya bahwa desain seharusnya menjadi kampiun yang memberdayakan serta mendorong terjadinya perubahan di dalam kelompok masyarakat. Visi dan Misi DAG adalah: Menjadi ruang berbagi informasi ilmu desain praktis dan aplikatif dengan konsentrasi desain...

Selengkapnya →

Merekam Kali Pepe : Sowan Sesepuh Kandang Doro

Bagian Kali Pepe dimulai Jembatan Pose In atau tepatnya dari kampung Srambatan RT 01/RW 01 sampai dengan kampung Gumunggung Gilingan, mudah dijelaskan bahwa pada musim kemarau memperjelas keadaan Kali Pepe yang sesungguhnya. Apalagi saat ini bendung karet Tirtonadi ditutup sehingga Kali menjadi kering, hanya ada beberapa genangan yang berasal dari air limbah rumah tangga. Pada waktu dipenghujung tahun 2015, kondisi fisik Kali Pepe lebarnya berukuran 7 meter dan dengan tinggi genangan air 15-30 cm. Kondisi air Kali warnanya tidak lagi jernih, saat ini warnanya coklat kehitam-hitaman atau...

Selengkapnya →

Merekam Kali Pepe : Bersua Stasiun Balapan

Berikutnya, selepas menyusuri Kali Pepe di mulai daerah belakang Terminal Tirtonadi yang merupakan hulu Kali Pepe sampai dengan daerah Stasiun Balapan tepatnya sampai jembatan depan Pose In Hotel. Sedangkan perjalanan berikutnya dari jembatan kedua setelah Rumah Sakit Brayat Minulya dan berakhir di jembatan sebelum rel kerta api Stasiun Balapan. Kali Pepe bagian ini sendiri terletak diantara Kelurahan  Gilingan dan Mangkubumen. Sebelah kiri Kali masuk kampung Gumunggung Gilingan dan sebelah kanannya masuk kampung Sambeng, Mangkubumen. Berjalan kaki dari jembatan kedua setelah RS Brayat...

Selengkapnya →

Merekam Kali Pepe : Berjalan Dari Terminal Tirtonadi

Kali Pepe merupakan anak sungai dari Bengawan Solo yang membentang di sebelah utara kota membelah kota Surakarta dari daerah terminal Gilingan sampai pintu air di daerah Sangkrah. Kali Pepe melewati beberapa Kelurahan diantaranya Kelurahan Gilingan, Manahan, Kestalan, Mangkubumen, Kepatihan, Sudiroprajan dan hingga Sangkrah. Hampir sebagian besar Kelurahan yang berada di kawasan Surakarta bagian utara dilewati oleh Kali Pepe. Ada beragam penampakan fisik yang beragam dari Kali Pepe, mulai dari talud, sempadan, arus Kali, sampah, hingga kualitas air yang berbeda-beda antara satu titik...

Selengkapnya →