Berita
Geliat Pemekaran Kampung
Anak-anak Kampung Bamaha, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan siang itu, 15 November 2021 susun pindang di lantai semen rumah bagian belakang. Dong main-main hp saja. Soalnya adalah berjam-jam dong tahan tidur sambil tangannya lincah memainkan hp. Rangkaian laporan oleh I Ngurah Suryawan yang diposting di media sosial Facebook
Seri Tong Pi Kampung #1 Dada Kosong Mengakses Dunia
Anak-anak Kampung Bamaha, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan siang itu, 15 November 2021 susun pindang di lantai semen rumah bagian...
Selengkapnya →
Berbagi Pengalaman Merawat dan Melestarikan Kampung-Kota
Kampung menjadi masa depan kota yang mampu berdaya dan memiliki potensi dalam segala lini kehidupan. Menurut Wahyudi Anggoro Hadi, lurah Panggungharjo, desanya berbatasan langsung dengan 75 desa di daerah Bantul dan merupakan kawasan strategis di Kota Yogyakarta.
Sedikit banyak mencirikan kondisi perkotaan kaum miskin kota, Panggungharjo dikenal sebagai salah satu desa yg memiliki Bumdes terbaik se-Indonesia. Misalnya, Kampung Matraman menjadi sumber pendapatan Bumdes. Panggungharjo mempunyai program Desa Bagi Semua Bangsa yaitu penghidupan layak bagi semua, hunian yang...
Selengkapnya →
Memahami Perubahan, Menyusun Proyeksi Kampung-Kota
Srawung Kampung-Kota #3 menjadi ruang berbagi banyak sekali cerita dan pengalaman kampung kota, merasakan ada di dalam kampung maupun orang-orang yang menjadi pendamping masyarakat kampung dan kota yang ada sekarang ini. Acara Srawung kampung #3 ini diawali oleh dua sesi diskusi yang sangat inspiratif dari pembicara.Purnawan Basundoro, Guru Besar Sejarah UNAIR, membahas banyak terkait terminologi kampung dari segi sejarah.
Kampung memiliki definisi yang lekat dengan dengan romantisme-romantisme yang ada di suatu tempat, mereka terjaga dari catatan sejarah mengurung diri...
Selengkapnya →
Belajar pada Pengetahuan dan Kearifan Lokal Kampung-Kota
Seri Srawung Kampung-Kota #3 via Zoom pada 1-2 September 2021 berlangsung hangat dan penuh antusias. Antusias partisipan diskusi terlihat saat banyaknya yang hadir meskipun acara belum dimulai. Peserta saling mengobrol dan berbagi kisah. Perhatian peserta diskusi berlanjut ketika pemaparan pertama yang disampaikan Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi, ia mencoba memajukan desanya sekaligus mempertahankan desanya tersebut. Kampung adalah masa depan kota yang dapat diberdayakan dan memiliki potensi dalam segala aspek kehidupan.
Saat ini, Panggungharjo sudah...
Selengkapnya →
Tantangan Kampung-Kota, Bertahan dalam Perubahan
Srawung Kampung-Kota yang dikelola oleh Kampungnesia dan Prodi Sosiologi FISIP UNS hadir secara online melalui beberapa sesi untuk menunjukkan berbagai macam isu dinamika kampung-kota yang bisa didiskusikan dan mampu mereproduksi pengetahuan lebih luas. Acara ini dikemas dengan pemaparan dari berbagai ahli studi ilmu yang beragam dan duduk bersama untuk menyuarakan pengalaman di kampungnya masing-masing.
Pengalaman tersebut tertuang dalam perkembangan kampung-kota dari tahun ke tahun, misalnya Kampung Maspati Surabaya yang disampaikan pada sesi pertama oleh Guru Besar...
Selengkapnya →
Mantra Kampung-Kota Melawan Pandemi
Kampungnesia berkolaborasi dengan Prodi Sosiologi FISIP UNS berencana melanjutkan seri Srawung Kampung-Kota #3 via Zoom pada 1-2 September 2021. Agenda tersebut merupakan upaya kolaborasi untuk berbagi dan membangun jejaring pengetahuan kampung-kota sekaligus menjadi bagian dari belajar mengajar yang ada.
Adapun seri Srawung Kampung-Kota #1 (31/8-1/9/2016), Kampungnesia berkolaborasi dengan Prodi Sosiologi FISIP UNS dan Rujak Center for Urban Studies. Rekaman publikasi yang dihasilkan kemudian dirilis dalam buku Srawung Kampung-Kota: Kontestasi Kampung di Riuhnya...
Selengkapnya →
Cerita Keberagaman Kampung Ledok Tukangan
Kampung Ledok Tukangan berada di sebelah timur Malioboro dan bantaran Sungai Code dengan karakter kampung perkotaan (urban kampung) karena padatnya penduduk dan rumah yang menghimpit satu sama dengan yang lain. Kampung Ledok Tukangan memiliki 3 wilayah atau 3 RW 9 (Rukun Warga) dan 15 RT (Rukun Tetangga) dengan penduduk setiap RT antara 45 KK – 80 KK. Ruang yang ada di kampung tentunya jalan/gang sempit dan berundak – undak karena di tengah kampung ada 2 wilayah seperti bukit, karena memang menurut sejarahnya Kampung Ledok Tukangan cikal bakal aliran Sungai Code dahulu...
Selengkapnya →
Forum Merawat Ingatan Mei 98 : Belajar dari Peristiwa Masa Lalu
Sebuah forum untuk mengenang tragedi Mei 98 sebagai peristiwa penanda memutusnya politik otoriter 32 tahun orde baru menyelenggarakan pertemuan secara virtual, Kamis (20/5). Akhmad Ramdhon, pemrakarsa forum menyatakan bahwa acara pertemuan menjadi momen untuk belajar memahami, dan merawat ingatan 14-15 Mei 1998. Ia menambahkan bahwa momen ini selain untuk belajar merawat ingatan Mei, sekaligus merawat kemanusiaan. Agar generasi yang pernah mengalami dan generasi di bawahnya tahu bahwa ada problem kemanusiaan yang berat pernah terjadi. Melupakannya merupakan tindakan tidak...
Selengkapnya →



