Berita

Memahami Kembali Indonesia

Ide-ide Reformasi tak terasa telah berjalan satu dekade lebih. Banyak perubahan yang terjadi, desentralisasi, pemilihan umum yang terbuka, pemilihan presiden secara langsung, pemilihan kepala daerah, reformulasi regulasi, penataan kembali kelembagaan dalam skala nasional hingga regional. Transisi tersebut juga beriringan dengan ketegangan, konflik, dan kekerasan yang melanda nusantara. Indikator-indikator kemiskinan, kriminalitas, dan korupsi tiba-tiba menyeruak bersamaan dengan tumbuhnya indikator pertumbuhan ekonomi dan pembangunan dalam skala yang lebih luas. Beragam tantangan hadir...

Selengkapnya →

Serut Podomoro Festival #2

Pembukaan Serut Podomoro Festival 2023 : dimulai dengan pertunjukan Hadroh Hubbus Salaam Serut melaksanakan pementasan pertama di sore hari yang memiliki personil anak-anak muda remaja masjid. Iringan suara tepukan gendang dan vokal bernuansa religi menambah meriahnya sore pada rangkaian pembukaan Serut Podomoro Festival. Kekompakan para pemain Hadroh membawa gelora semangat para penonton seluruh kalangan. Ganjaran bagi persiapan dan latihan keras, berlatih intensif untuk menjaga kualitas irama dan harmoni dalam musik hadrah yang ditampilkan ditengah-tengah panggung yang dibuat sejajar...

Selengkapnya →

Festival Literasi Patjarmerah di Solo

MettaNEWS. Pasar Buku dan Festival Kecil Literasi Keliling Nusantara, patjarmerah akan mengawali denyutnya pada 2023 dari Kota Solo. Kekayaan narasi dan sejarah panjang Surakarta yang menjadi dasar patjarmerah memilih Solo sebagai tempat pertama yang disinggahi. Gerbang Ndalem Djojokoesoeman di Gajahan, Pasar Kliwon, Solo menjadi arena pasar buku dan festival literasi ini. Akan ada 1 juta buku dan 100 lebih pembicara pilihan yang mendukung gelaran patjarmerah Solo. Rangkaian festival literasi patjarmerah akan berlangsung pada 1-9 Juli 2023 mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Pendiri...

Selengkapnya →

Yang Perlu Diingat Dari Mei: Refleksi 25 Tahun

Seperempat abad sudah reformasi bergulir. Memori kolektif kita kerap membicarakan Mei 25 tahun lalu bagai diorama heroik di museum-museum perjuangan. Mahasiswa, buruh, petani, kaum miskin kota, akademisi, politisi, pemuka agama, dan seterusnya yang turun ke jalan memperjuangkan demokrasi, tanpa pamrih hingga berkorban nyawa untuk menumbangkan otoritarianisme Orde Baru.  Perbincangan mengenai heroisme tentu tidak salah sama sekali, akan tetapi nada pembicaraan yang demikian tampaknya menutup mata kita dari hal lain yang juga terjadi di masa yang sama. Di samping itu kita juga...

Selengkapnya →

Pendidikan Anak Kampung Papua

Pendidikan anak-anak kampung Papua menjadi permasalahan serius dalam pembentukan generasi muda Papua ke depan. Tantangannya tentu saja menjadikan pendidikan lebih humanis (berwawasan kemanusiaan), proses belajar tanpa henti berdasar pada lingkungan sosial budaya masyarakat Papua itu sendiri. Pendidikan sudah tentu menciptakan struktur yang menyebabkan banyak anak-anak yang tidak bisa merasakan pendidikan formal, mahal, atau (mungkin) berkualitas. Banyak anak-anak di kampung bahkan di daerah-daerah urban yang tersingkir dari kemajuan kota Papua tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini dan...

Selengkapnya →

Wadas, Pelajaran Tentang Relasi Ruang dan Manusia

Peristiwa penyerbuan dan pengepungan aparat ke Desa Wadas, Purworejo  tgl 7 Februari 2022 kemaren kembali menambah daftar panjang peristiwa resistensi warga terhadap proyek pembangunan pemerintah. Kisah yang serupa sudah terjadi di banyak lokasi lain, sekedar menyebut sedikit contoh, misalnya di Urut Sewu, Kendeng, Kulon Progo, Kertadjati, Sangihe, dan lain sebagainya. Di semua peristiwa tersebut terjadi pola yang sama, warga menolak untuk digusur walaupun sudah ditawari uang ganti rugi. Sebagian kita mungkin heran dengan alasan-alasan yang mereka kemukakan. Mulai dari kehilangan...

Selengkapnya →

Kampung Sebagai Basis Perlawanan Simbolik

Hari ini Jaringan Kampung (Japung) Nusantara berulang tahun keenam. Sejumlah orang atau tokoh mendeklarasikan dan menemani Japung Nusantara pada waktu-waktu awal berdirinya, sebutlah antaranya Bachtiar Djanan, Redy Eko Prastyo,  Yoyok Harness, Aak Agus Wayan, Dwi Cahyono, Andang Bachtiar, Trie Utami, Melanie Budianta, Maryaeni, Riyanto, Singgih Prayogo, Helena Samuel Legi, dan lain-lain (maaf, banyak yang tak bisa disebut). Sejak awal langkah, seingat saya, saya juga sudah menjadi bagian di dalam Japung Nusantara. Karena itu, dalam ulang tahun hari ini saya hadiahkan refleksi...

Selengkapnya →

Pakune Tanah Jowo Njebluk : Sejarah Eko-Kultura Gunung Suci Mahameru

Bukan hanya persambungan kayu yang perlu dimantapkan dengan paku, di dalam mitologi Jawa, pulau pun membutuhkan "paku (baca "pasak")" untuk bisa menstabilkannya. Dalam "Tantu Panggelaran", yakni susastra gancaran berbahasa Jawa Tengahan yang disurat pada masa akhir Majapahit, perihal itu terkisah di dalamnya. Selain itu, Tantu Panggelaran juga mengkisahkan penciptaan manusia di Pulau Jawa beserta segala aturan yang harus ditaati oleh manusia. Dinarasikan pula tentang adanya gunung-gunung suci (holy mountains) di Jawa beserta Dewa-Dewa...

Selengkapnya →