Berita
Winongo, Persentuhan Komunitas Antarsegmen Perkaya Gagasan Hulu-Hilir
Satunama.org – Yogyakarta- Minggu, 29 Oktober 2017. Bertempat di Aula Pertemuan Kantor Kecamatan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, SATUNAMA bersama FISIP UNS (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Sebelas Maret Surakarta), Forum Komunikasi Winongo Asri (FKWA), dan jejaring Komunitas Warga Bantaran Sungai Winongo gelar rembug terfokus peta kondisi kawasan Sungai Winongo untuk memperkaya gagasan hulu-hilir dan pembangunan berbasis kawasan.
Bertemu dan Membangun Gagasan. Ema Vidiastuti Utami dari SATUNAMA Yogyakarta menyampaikan bahwa data dan...
Selengkapnya →
Balada Empon-Empon Di Tengah Pandemi
Krisis kesehatan saat ini telah menimbulkan berbagai kepanikan dan kecemasan dikalangan masyarakat. Bukan hanya pemerintah yang mencoba mencari solusi untuk melindungi populasinya dari dampak wabah ini, namun di tengah masyarakat sendiri pun bisa kita lihat berbagai upaya personal yang sifatnya untuk melindungi diri. Seperti yang bisa kita baca di berbagai media nasional maupun lokal di Indonesia yang memberitakan ...
Selengkapnya →
Rebel Cities: Kota sebagai Pusat Ketidakpuasan Politik
Karya David Harvey begitu banyak mengenai ekonomi politik, kali ini cenderung berbeda dari sebelumnya. Meski analisis yang ia bangun sebenarnya sama, bahwa kota dan kapitalisme menghasilkan sebuah ketidakadilan sosial. Buku REBEL CITIES (2012) ini menawarkan metode langsung cara menjalankan keadilan sosial bagi para warga urban. Buku ini lebih menawarkan semangat aktivisme, selain didukung dengan teori sosial yang sangat solid. Tidak seperti studi perkotaan yang selama ini muncul dengan teori-teori konvensional dan membosankan dari sudut pandang administrasi pemerintah dan birokrasi...
Selengkapnya →
Kampung Kota di Tengah Corona
Beraktivitas sehari-hari di Jakarta Selatan membuat saya cukup awas dengan penyebaran COVID-19 yang cukup signifikan. Presiden Jokowi bahkan menyebutnya sebagai lokasi prioritas untuk rapid test Coronavirus ini. Saya beruntung tengah ada di rumah orang tua di Bogor sebelum situasi memburuk. Akan tetapi, tinggal di kost yang dekat dengan permukiman padat penduduk di tengah kota Jakarta, atau yang sering dikenal dengan sebutan kampung kota, membuat saya lebih khawatir dengan mereka yang tinggal di sana, terlebih setelah membaca sebuah artikel yang tertaut di referensi yang dibagikan Kolektif...
Selengkapnya →
Mendesain Ulang Demokrasi Kota Solo
Gaung pemilihan wali Kota Solo 2020 semakin terasa. Menyimak proses kemunculan calon wali kota,kita disadarkan betapa kecil peran warga Kota Solo dalam menentukan calon pemimpin. Warga tidak punya ruang dan kuasa untuk menguji, mengukur, atau sekadar menanyakan apa agenda calon-calon wali kota tersebut terhadap Kota Solo sehingga mereka layak dicalonkan menjadi pemimpin kota.
Seandainya terjadi proses dialog antara calon wali kota dan warga pasti dilakukan dengan kemasan elitis. Elitis artinya negosiasi yang sarat kepentingan antara calon wali kota dan...
Selengkapnya →
Melaung HAM, Mengingat Kembali Pelanggaran HAM Masa Lalu
Kabar Latuharhary - Komnnas HAM bersama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dan Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa) dalam rangka peringatan hari HAM Internasional meyelenggarakan rangkaian kegiatan yang bertemakan “Melaung Hak Asasi Manusia bersama Sivitas Akademika UNS” pada 26-27 November 2019 di FISIP UNS Solo.
Memperingati hari HAM Internasional merupakan upaya untuk terus menjaga dan merawat nilai-nilai Hak Asasi Manusia agar tetap dihormati dan dilindungi oleh siapapun, terutama oleh negara....
Selengkapnya →
Hikayat Pohon Penanda Tempat
Pohon menjadi saksi sejarah pertemuan. Sejarah manusia mencatat orang-orang menanti, berjumpa, atau tinggal di sekitar pohon-pohon. Pilihan manusia berjumpa di pohon menandakan kedekatan sekaligus pengakuan betapa dari sedemikian luasnya lanskap, pohon patut menjadi ikon. Menunggu di pohon juga dilakukan Mantep, tokoh cerita karangan S. Miko di Majalah Si Kuncung Nomor 43 Tahun 1980. Bawah pohon duku menjadi pilihan tempat menunggu teman-teman. Cerita bisa kita baca sampai habis, tapi kita tidak menemukan alasan Mantep menunggu di bawah pohon duku. Kita cuma tahu, itu siang yang terik. Dari...
Selengkapnya →
Afirmasi Kota Ramah Lansia #3
Pelajaran Dari Kota Surakarta. Secara demografis, Kota Surakarta memiliki karakteristik penduduk berstruktur tua, dimana suatu wilayah dikatakan berstruktur tua apabila mempunyai populasi Lansia di atas 7 % (Soeweno, 2009). Menurut data Badan Pusat Statistik Kota Surakarta tahun 2017, sebanyak 56.697 orang penduduk di Surakarta berumur 60 tahun ke atas. Jumlah itu sekitar 10,98 % dari total penduduk yang berjumlah 516.102 jiwa maka dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang, Surakarta akan menyambut +100.000 orang lagi penduduk berusia lanjut yang disumbang dari...
Selengkapnya →



