Berita

Jokowi Dalam Teks

Akhmad Ramdhon Sejak tengah tahun 2013, jikalau anda berkunjung ke toko buku maka buku yang menarasikan Joko Widodo semarak menghiasi rak-rak buku. Jokowi-begitulah biasanya dipanggil telah menjadi magnet tema bagi penulis buku. Setidaknya ada beberapa judul buku yang dirilis, Jokowi : From Zero to Hero (Bernard Taufani, Suka Buku), Spirit Semut Ireng Jokowi (R. Toto Sugiharto, Bangkit), Jokowi : Pemimpin Rakyat Berjiwa Rocker (Yon Thayrun, Noura Books), Jokowi : Dari Jualan Kursi Hingga Dua Kali Mendapatkan Kursi (Zaenuddin HM, Ufuk Press), Jokowi : Tokoh Perubahan (Arif...

Selengkapnya →

Aktivitas Warga Gremet

Pada tahun 1980-an sampai tahun 2000 awal masih banyak kegiatan kerja bakti atau gotong royong antarwarga kampung. Tapi setelah tahun 2000 sampai sekarang kegiatan tersebut berkurang bahkan mulai memudar. Kegiatan berupa kumpulan RT masih berjalan sampai saat ini meskipun pesertanya juga semakin sedikit jika dibandingkan dengan pada tahun-tahun sebelumnya. Jadwal kegiatan pertemuan kampung Gremet adalah sebagai berikut: rapat kelurahan tanggal 11, rapat RW tanggal 13, dan rapat RT tanggal 15 setiap bulannya. Kegiatan karang taruna hanya ada saat menjelang acara hari Kemerdekaan...

Selengkapnya →

Kho Ping Hoo, Novel dan Solo

Bandung Mawardi Malam usai gerimis lembut, tiga lelaki bergerak mencari angkringan di Ngringo, 30 Desember 2013. Aku, Ramdhon, Fauzi sengaja bertemu, mengobrolkan siasat mengurusi website kampungnesia.org. Obrolan kecil, berharap ada etos dan ketekunan: agenda merekam kota dan kampung di Indonesia. Di angkringan, obrolan tak sepanas wedang jahe atau teh. Kami adalah lelaki kalem, bicara pelan dan sopan. Weh! Obrolan tentang kampung dan kota tak mesti berlagak sebagai birokrat. Aku cuma tukang membaca-menulis, Ramdhon adalah dosen dan sosiolog, Fauzi itu peminat filsafat...

Selengkapnya →

Antara Saya, Kampung dan Identitas

Muhammad Khambali Saat ini kita memasuki zaman dengan nalar ruang, dengan imajinasi strukturalis yang mengikat kehidupan setiap orang. Nalar ruang mengantikan nalar historis, bahkan mengangap dimensi waktu tidak lagi penting. Sebab, masa lalu menjadi imajinasi ketertinggalan yang usang, kuno, dan primitif. Sementara melalui imajinasi ruang, kita membayangkan kehidupan yang maju, produktif, dan modernis. Dalam nalar ruang inilah konsepsi dan imajinasi tentang kampung diletakkan, sebagai ruang kekuasaan dan ruang kultural. Mengapa kekuasaan? Kita melihat bagaimana kampung...

Selengkapnya →

Kampung Halaman, Hasrat dan Nostalgia

Supriyadi Desaku yang ku cinta// pujaan hatiku// tempat ayah dan bunda// dan handai tolanku// tak mudah ku lupakan tak mudah bercereai// selalu ku rindukan// desaku yang permai. Lagu anak-anak karya L. Manik itu begitu sering aku lantunkan, setidaknya 5 tahun silam. Saat aku masih berada di kota Borneo, Kalimantan Barat sebagai seorang perantauan. Entahlah, hasrat mengenang dan dan merindui justru hadir saat ini. Berada di tempat jauh, tanpa ada kepastian untuk pulang. Membuat siapapun rindu kampung halaman. Merantau sering menjadi ajang balas dendam atas semua...

Selengkapnya →

Mengklik-Mengklik, Nayu Cengklik

Kampung Cengklik, berada didaerah Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari. Menurut warga, kampung ini mulai dibangun sekitar tahun 1995. Kampung ini dinamakan Cengklik karena tanahnya yang tinggi meskipun yang tinggi hanya di sebelah timur rel. Sedangkan Nayu Cengklik hanyalah sebutan khusus untuk RT 02 saja. Sekarang, ada 50 kepala keluarga yang ada di RT 02 tetapi sekitar 10 KK pasif. Masa kepimpinan ketua RT selama 4 tahun dan ketua RT dapat dipilih dua kali berturut-turut. Sistem pemilihannya dilakukan secara langsung oleh warga (satu KK, satu suara) dan panitia merupakan...

Selengkapnya →

Perihal Kampung dan Kerinduan Itu

Santi Almufaroh Membicarakan kampung seperti halnya menghitung jumlah kendaraan di jalan raya. Kita merasa tak cukup waktu. Selalu ada yang mencuat ketika perbincangan hampir tunai. Bukan hanya pepohonan rindang, bulir padi pada tangkai yang menguning, jernih air sungai dan kecipak ikan-ikan, namun perihal adat kampung yang masih terjaga atau kebiasaan-kebiasaan masa kecil. Kampung saya bernama Kancilan, berdekatan dengan Pantai Benteng Portugis, Jepara.  Nama yang cukup unik dan terdengar menggelikan. Dan, hingga kini saya belum mengetahui asal-muasal pemberian...

Selengkapnya →

Saya, Kampung dan Ruang

Budiawan Dwi Santoso Antara tahun 1990-2000, dua puluh kilometer lebih dari pusat kota Solo, seorang anak masih bisa bermain-main bersama teman-temannya di jalan gang kecil, yang samping kanan-kirinya dipenuhi rumah berdempet rapi, dan serupa. Orang-orang menyebutnya perumahan. Mereka pun, terkadang bermain di pekarangan setiap rumah, tanpa harus permisi, tanpa harus buka pintu pagar, bahkan belum ada pagar. Mereka masih sempat bermain betengan, layangan, dan delikan baik di jalan kecil itu maupun di pekarangan. Ketika bermain delikan, setiap anak dengan leluasa mencari tempat...

Selengkapnya →