Berita
Dinamika Kampung Nayu
Di kampung Nayu
Cengklik terdapat 2 koperasi yang masih aktif, yaitu koperasi yang dikelola
oleh Ibu Tin yang bernama Koperasi Sumber Daya dan juga Koperasi Gawe Makmur
yang kelola oleh Ketua RW 20, Bapak Suyatno. Kedua koperasi ini menjadi pusat
ekonomi yang membantu masyarakat kampung dalam mengelola perekonomian, karena
koperasi ini merupakan koperasi simpan pinjam. Penduduk kampung di latih untuk
terus mandiri dan tak sedikit juga penduduk kampung yang masuk sebagai anggota.
Dalam hal peminjaman uang di koperasi yang dikelola oleh Ibu Tin,
sebelum meminjam orang harus...
Selengkapnya →
Macam2 Rasa @ Kratonan
Bahasa yang biasa digunakan warga kampung Kratonan adalah bahasa
Indonesia tapi ada juga yang ngobrol santai pakai bahasa Jawa. Di kampung
Kratonan ini ada budaya-budaya tertentu, misalnya penyerahan piagam saat
pelantikan ketua RT, namun sudah kurun waktu dua periode ini tradisi itu sudah
luntur. Selain itu ada juga tradisi-tradisi yang dikenal mistik, yaitu ‘sumarah’ atau pemujaan bisa juga dikenal
dengan ilmu kebatinan yang biasa dilakukan di rumah salah seorang warga tapi
sekarang yang memimpin ritual itu adalah anaknya karena ayahnya sudah
meninggal. Ritual...
Selengkapnya →
Solo Kota Layak Anak (?)
Akhmad Ramdhon
Kementrian
Negara Pemberdayaan Perempuan, semenjak tahun 2006 merancang dan mengujicobakan
program pengembangan Kota Layak Anak [KLA] di Indonesia. Program KLA menjadi
sebueah realisasi atas komitmen negeri ini unutk mengedepankan arus utama dan kesadaran atas pentingnya anak sebagai
investasi atas masa depan. Kota Layak Anak sendiri merupakan program
mengupayakan kebijakan untuk memberikan pelayanan, perlindungan dan upaya
penyejahteraan bagi anak dalam beberapa aspek : pendidikan, kesehatan, sosial,
hak sipil-partisipasi, perlindungan...
Selengkapnya →
Kamar Mandi di Masjid @ Suromulyo
Tepat di
dinding sebelah utara beranda masjid terdapat pintu masuk menuju rangkaian
petak-petak kamar. Dari pintu itulah kehidupan khas kampung dimulai. Begitu
masuk pintu tersebut kesan pertama yang dirasakan adalah padat, karena jalan
sebagai ruang penghubung di tiap rumah hanya memiliki lebar kurang lebih 1
meter, bahkan untuk berpapasan dua motor sekaligus tidak bisa dilakukan.
Ada dua
pintu untuk memasuki lokasi tersebut. Yang pertama pintu masuk yang menempel di
dinding masjid dan yang kedua sebuah jalan kecil di sebelah timur dekat sebuah
gardu listrik kuno peninggalan...
Selengkapnya →
Tarung Bebas Pasar Adat, Pasar Tradisional dan Minimarket
Nazrina Zuryani
Pasar
rakyat di kotamadya Denpasar tersebar di penjuru angin; utara, barat, selatan
dan timur yang jumlahnya sekitar 59 Pasar (tercatat 17 buah pasar adat/desa
pakraman yang merupakan keunikan kota Denpasar, sisanya adalah pasar
tradisional) dan 295 minimarket entah berizin ataupun bodong. Maraknya
pertarungan antara layanan tradisional (transaksi tawar menawar) di Pasar
dengan gerai minimarket yang harganya serba pasti, telah diteliti Adnyana
(2013) dengan mengkritisi proses marginalisasi pedagang kecil akibat pertumbuhan
minimarket Circle K di kota Denpasar....
Selengkapnya →
Aku dan Kampungku
Uun Nurcahyanti
Ada
orang yang terlahir sebagai guru ada juga yang terlahir sebagai pengelana. Aku
tak termasuk golongan pertama. Pengembaraanku dimulai dari sebuah wilayah
perkuburan di daerah Precetan, Solo. Sebagai pencari burung. Adalah Pakde
Mardi, kakak ibukku, yang membawaku ke area pengelanaan itu. Bedil manuk dan
pulut menjadi barang-barang yang tak asing bagiku saat umurku belum lagi genap
lima tahun. Dari perkuburan beranjak ke papringan dan wilayah-wilayah hutan yang
masih berimbunan kala itu. Koleksi burung peliharaan kamipun semakin bervariasi
dari minggu ke...
Selengkapnya →
Organisasi dan Aktivitas Organisasi Jetis
Yayasan:
Yayasan Waris ini terletak
di RW 03 RT 04 kampung Jetis. Sebelumnya
kami salah paham dengan kata “Waris”. Awalnya kami berpikir Jetis Waris adalah
yayasan yang mengurusi tentang masalah warisan. Setelah bertemu bapak Hamdi
selaku ketua dari yayasan ini, kami mengetahui dari keterangan yang diberikan
oleh bapak Hamdi bahwa kata “Waris” merupakan singkatan dari Warga Islam
Kampung Jetis yang didirikan oleh (alm) H. Hasan Basri pada tanggal 19 November
1993. Meskipun yayasan ini secara hukum belum sah karena tidak ada...
Selengkapnya →
Taman dan Simpul Budaya
Aris Setiawan
Taman Bungkul Surabaya menerima penghargaan internasional "The 2013 Asian Townscape
Award" (ATA) untuk kategori Taman Terbaik Se-Asia dari Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) pada 26 November lalu. Kehadiran taman pada sebuah kota
menjadi babak penting dalam abad XXI kala ruang-ruang terenggut dan terhimpit
oleh bagunan tinggi menjulang yang kokoh dan angkuh. Lahan luas menjadi
pemandangan langka. Gerak manusia semakin terbatasi. Taman mengidentikkan diri
dengan kota, sementara desa justru tak mengenal taman. Taman kemudaian tak
hanya sekadar...
Selengkapnya →



